Media Sosial Bikin Generasi Muda "Kebelet" Sukses, Kok Bisa?
HARIMAU108.Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan generasi muda saat ini. Namun, di balik manfaat dan hiburan yang ditawarkan, media sosial juga menjadi sumber tekanan yang besar, terutama dalam hal kesuksesan. Menurut Psikolog Pendidikan Karina Adistiana, salah satu dampak dari media sosial adalah munculnya kecemasan di kalangan anak muda yang merasa dirinya belum sukses.
Mereka makin merasa tertekan ketika melihat postingan media sosial teman sebaya atau orang lain memamerkan pencapaian mereka, seperti mendapatkan pekerjaan impian, memiliki penghasilan besar, atau menikmati gaya hidup mewah.
"Segitu mudahnya orang bercerita di medsos tanpa saringan," pungkas Karina. Ketika seseorang mendapatkan pekerjaan pertama dengan gaji yang cukup besar, mereka kerap langsung menunjukkan keberhasilan mereka di media sosial.
"Langsung posting, padahal baru kerja sekali tapi udah langsung dapet gaji dua digit," tutur Karina.
Hal itu menurut Karina, membuat banyak anak muda yang merasa tertekan untuk membuktikan diri dengan materi atau pencapaian lainnya.
Tekanan sosial ini juga diperkuat oleh kehadiran para influencer muda yang dengan mudahnya "flexing" atau memamerkan hartanya, seperti rumah, kendaraan mewah, atau perjalanan ke luar negeri. Sehingga, membuat orang ingin menjadi sesukses mereka di usia yang masih muda.
Padahal, cerita yang dibagikan di media sosial cenderung hanya menampilkan sisi positif, tanpa memperlihatkan perjuangan, kerja keras, atau bahkan privilege yang mungkin ada di balik kesuksesan tersebut.
"Betapa instantnya orangtua membantu anak dapat kerja, anak meneruskan pekerjaan orangtua lalu tiba-tiba dapet posisi tinggi, kan itu enggak terlihat," ungkap Karina.
Hal ini tidak selalu terlihat di media sosial, sehingga banyak generasi muda merasa tertekan untuk mencapai standar yang sama tanpa memahami realitas di baliknya.

Comments
Post a Comment